Pembuangan Limbah B3

Pembuangan limbah B3 (hazardous waste disposal) secara bebas dapat diartikan sebagai kegiatan menyingkirkan dan menghancurkan limbah B3. Kegiatan ini merupakan tahap terakhir dari lingkup kegiatan pengelolaan limbah B3. Berdasarkan Basel Convention, kegiatan ini meliputi pengolahan, pemanfaatan dan penimbunan akhir limbah B3. Dalam implementasinya, masing-masing negara yang meratifikasi Basel Convention memiliki “cara” tersendiri dalam menginterpretasikan dan melaksanakan pembuangan limbah B3 ini. Sebagai contoh, di Amerika Serikat kegiatan pembuangan limbah B3 ini dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu pengolahan atau treatment yang mencakup juga kegiatan daur ulang limbah B3 untuk dimanfaatkan, dan penimbunan yang tetap menggunakan istilah disposal. Sedangkan di Indonesia kegiatan pembuangan limbah B3 dibagi menjadi tiga, yaitu pengolahan (treatment), pemanfaatan (utilization) dan penimbunan (disposal) yang mengacu pada kegiatan pembuangan limbah B3 Australia. 

Outlet dari kegiatan pembuangan limbah B3 adalah lingkungan itu sendiri, sehingga akan berdampak terhadap kualitas lingkungan itu sendiri termasuk interaksi makhluk hidup di dalamnya. Oleh sebab itu kegiatan pembuangan limbah B3 harus dilakukan dengan baik dan benar serta memperoleh izin dari Pemerintah seperti halnya kegiatan pengelolaan limbah lainnya. 

Pengolahan Limbah B3

Pengolahan limbah B3 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghilangkan atau setidaknya menurunkan sifat bahaya dari suatu limbah B3. Pengolahan limbah B3 tidak menghilangkan polutan yang terkandung di dalamnya, melainkan menurunkan konsentrasinya hingga mencapai baku mutu yang aman untuk dilepas ke lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah. 

Pengolahan limbah B3 dapat dilakukan dengan metode fisika, kimia, biologi, termal, ataupun kombinasi dari keempatnya, dengan berdasarkan pada karakteristik limbah yang akan diolah. Masing-masing metode inipun memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Metode fisika umumnya paling sederhana, namun kurang mampu memenuhi baku mutu secara cepat dan signifikan karena tidak dapat menghilangkan kandungan polutan dalam limbah; pengolahan dengan metode fisika hanya mengubah bentuk suatu limbah B3 sehingga lebih mudah untuk dikelola lebih lanjut. Pengolahan dengan metode kimia umumnya mampu memenuhi baku mutu secara cepat dan signifikan, namun dalam beberapa kasus justru menghasilkan suatu matriks yang memiliki massa dan volume lebih besar dari pada limbah asalnya karena adanya penggunaan bahan kimia sebagai reagen. Tidak jarang pula reagen yang digunakan merupakan bahan kimia berbahaya seperti asam kuat dan oksidator, sehingga memerlukan pengendalian khusus dalam prosesnya. Pengolahan dengan metode biologi relatif lebih aman untuk dilakukan karena umumnya diaplikasikan pada limbah-limbah yang mudah terurai dan tidak mengandung polutan yang sangat berbahaya, namun prosesnya sangat sensitif di mana kondisi lingkungan harus dijaga dengan baik agar mikroorganisme yang digunakan dapat tetap hidup. Pengolahan dengan metode termal secara umum merupakan yang paling praktis digunakan karena mampu mengurangi massa dan volume limbah secara signifikan serta memerlukan lahan yang tidak terlalu luas. Namun metode ini masih cukup mahal dan memerlukan tenaga ahli khusus untuk mengoperasikannya.

Pemanfaatan Limbah B3

Pada dasarnya pemanfaatan limbah B3 merupakan kegiatan pengolahan limbah B3 yang bertujuan untuk mengubah bentuk limbah B3 menjadi suatu produk yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan limbah B3 berpedoman pada prinsip daur ulang, yaitu penggunaan kembali limbah B3 sebagai bahan baku pada proses selanjutnya dalam rangkaian proses produksi di industri, pemanfaatan sebagai bahan pengganti dalam suatu proses produksi komersial, atau perolehan kembali suatu kandungan yang masih bernilai dari limbah B3 melalui serangkaian proses pengolahan. Saat ini pemanfaatan limbah B3 sangat digalakkan, karena selain dapat menghilangkan sifat bahaya dari limbah B3, kegiatan ini dapat pula membantu menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan sumber daya alam.

Penimbunan Limbah B3

Penimbunan limbah B3 merupakan kegiatan menempatkan suatu limbah B3 pada suatu area yang didesain khusus untuk menimbun limbah B3. Kegiatan ini merupakan metode pembuangan limbah yang paling tua dan paling umum digunakan. Terdapat bermacam-macam metode untuk menimbun limbah B3, antara lain landfill, deep well injection, dam tailing hingga ditimbun di dasar laut. Semua limbah yang akan ditimbun harus dipastikan sudah inert dan tidak lagi memiliki sifat bahaya; jika masih memiliki sifat bahaya maka limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu. Mengingat sifat bahaya dari limbah B3 yang akan ditimbun, maka lokasi penimbunan limbah B3 juga harus dipilih sedemikian rupa: stabil dari berbagai potensi bencana alam, bukan lahan subur untuk kegiatan bercocok tanam dan jauh dari keramaian/aktivitas manusia.

About Muhammad Yusuf Firdaus

Board Certified Professional Chemical Engineer | Scientist | Hazardous Waste Specialist

Posted on July 17, 2016, in Chemical Engineering, Chemistry, Waste Management and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: